Macam-Macam Kebijakan Ekonomi


Macam-Macam Kebijakan Anggaran
a. Kebijakan Anggaran Berimbang 
Kebijakan anggaran berimbang adalah kebijakan yang menghendaki/menginginkan terjadinya keseimbangan antara pendapatan negara dengan apa yang dikeluarkan negara (pengeluaran).  Kebijakan anggaran berimbang lebih baiknya dilakukan pada kondisi dimana ekonomi sebuah negara telah stabil yang pengeluaran yang dilakukan harus sesuai dengan kemampuan. Kebijakan anggaran berimbang pada umumnya dilakukan dengan pola pembiayaan yang berasal dari pinjaman yang ada diluar negeri (eksternal financing) jika terjadi defisit anggara.

b. Kebijakan Anggaran Defisit
Kebijakan anggaran defisit adalah kebijakan yang menghendaki/menginginkan posisi pengeluaran negara lebih besar dari pada posisi penerimaan negara dalam satu tahun anggaran. Karena pengeluaran lebih besar dari pada penerimaan maka negara mengalami defisit (kekurangan) anggaran. Untuk menutup kekurangan ini maka pemerintah melakukan pinjaman luar negeri atau dengan mencetak uang yang sebenarnya akan berakibat terjadinya inflasi (kenaikan harga). Pada dasarnya kebijakan anggaran defisit dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penggunaan pinjaman luar negeri yang optimal dengna asumsi tingkat korupsi rendah untuk menutup kekurangan anggarannya yang terjadi. Kebijakan ini dipakai indonesia sampai pada akhir masa transisi (1 April-Desember 2009). Mulai saat ini secara mendasar pemerintah sudah berupaya mengurangi defisit anggaran yang terjadi, misalkan penghematan energi (listrik dan BBM), pengurangan subsidi pemerintah dan pengurangan ketergantungan pada utang luar negeri melalui pengoptimalan sumber daya yang ada dan program gerakan cinta terhadap produk dalam negeri. 


c. Kebijakan Anggaran Surplus
Kebijakan anggaran surplus adalah belanja negara lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan negara yang tersedia. Kebijakan ini digunakan untuk mengatasi kondisi perekonomian yang inflasif, di mana nilai uang semakin merosot karena kenaikan harga secara umum. Maka dari itu muncullah usaha pemerintah dalam mengurangi pengeluaran sehingga lambat laun jumlah uang yang beredar ini akan semakin kecil dan harga pun akan berpengaruh yakni turunnya harga. Jika harga tak terkontrol dengan baik maka akan timbul gejala deflasi yakni turunnya harga secara umum, turunnya harga secara umum sangat tidak baik dalam pertumbuhan ekonomi, dengan munculnya gejala tersebut pemerintah mengatasinya dengan mengeluarkan kebijakan anggaran defisit. 


d. Kebijakan Anggaran Dinamis
Kebijakan anggaran dinamis ini dibedakan 2 bagian jika ingin mengartikan kebijakan anggaran dinamis antara lain sebagai berikut.
  • Dinamis Absolut, dinamis absolut adalah munculnya peningkatan jumlah pada tabungan pemerintah yang bertujuan untuk menggali sumber daya dalam negeri untuk pembiayaan pembangunan. 
  • Dinamis relatif, dinamis relatif adalah persentase dalam ketergantungan pembiayaan perekonomian nasional terhadap bantuan pada daerah diluar negeri atau utang yang ada diluar negeri semakin kecil.

0 komentar

Posting Komentar